Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘hou yi’

Sebentar lagi kita akan memperingati tahun baru China. Gong Xi Fat Cai !!!

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membahas tentang asal usul mooncake atau kue bulan yg biasanya menjadi makanan tradisional saat tahun baru China. Well…memang rasanya ga lengkap tahun baru China tanpa MOONCAKE !!!

Well, ini sedikit info tentang mooncake sekaligus cara membuatnya yg saya ambil dari berbagai sumber, selamat menikmati

Bulat keemasan, sering kali berisi kuning telur asin, bisa juga cokelat atau bahan bercita rasa manis lainnya.Kue ini menjadi tradisi khas masyarakat China.

Dongeng populer China berkisah, pada masa pemerintahan Kaisar Yao (2000 SM), terdapat seorang pemanah ulung bernama Hou Yi. Kala itu, bumi dikitari 10 matahari yang bergantian menyinari bumi. Namun, suatu hari, kesepuluh matahari muncul bersamaan sehingga bumi pun panas tak terkira.

Sang kaisar memerintahkan Hou Yi memanah sembilan matahari hingga tersisa satu matahari saja. Singkat cerita, atas keberhasilannya, Hou Yi pun diberi ganjaran pil keabadian.

Pada suatu hari, seorang penjahat bernama Feng Meng menyelinap ke kediaman Hou Yi dan bermaksud mencuri pil keabadian. Agar tidak jatuh ke tangan yang salah, Chang Er (istri Hou Yi) menelan pil itu. Tiba-tiba, Chang Er mendapati dirinya terbang ke langit menuju bulan.

Untuk menghargai pengorbanan Chang Er dan menyerukan perdamaian di muka bumi serta sebagai ungkapan rasa syukur, masyarakat China mewujudkannya melalui kue yang manis dan buah-buahan. Tradisi ini lalu berkembang menjadi Festival Kue Bulan (mooncake), yang diperingati setiap hari ke-15 bulan kedelapan kalender China.

Konon, hingga kini dipercaya bahwa selama pertengahan musim gugur, saat bulan bulat penuh dan bersinar benderang, tampak siluet bayangan Chang Er, yang kemudian dikenal sebagai Dewi Bulan.

Itulah sekelumit kisah si kue bulan, yang merupakan salah satu versi dari sekian banyak versi asal-usul kue manis bundar berukir tulisan China itu.

Mooncake lazim dibuat untuk memeriahkan pesta atau sekadar berkumpul bersama keluarga sambil meneguk teh China yang pahit. Mooncake juga kerap dihadirkan dalam perayaan rutin tahunan sebagai penanda akhir musim panen.

Fillings

Secara tradisional mooncake isinya bisa dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Lotus seed paste (lian rong): yang dianggap paling mewah, paling berharga dan paling lezat. Di beberapa tempat, karena tingginya harga lotus seed paste yang jarang terdapat, maka kadang juga digunakan white kidney bean sebagai bahan tambahan pengisi.
  • Sweet bean paste (dou sha, sering dilafalkan tau sa di Indonesia), paling banyak terbuat dari azuki beans, sehingga dikenal dengan nama red bean paste. Tapi di beberapa tempat lain terbuat dari Mung bean atau black bean. Ini juga banyak terdapat di Indonesia, yang dibilang isi “tau sa” biasanya berwarna hitam.
  • Jujube paste: berbentuk pasta yang manis, terbuat dari buah yang masak dari tumbuhan jujube. Warna dari pasta ini biasanya merah gelap, sedikit asam, ada aksen rasa seperti diasap. Kadang bisa dibingungkan antara jujube paste dan red bean paste. Isi jujube paste ini hampir-hampir tidak pernah dijumpai di Indonesia, karena tidak populer sama sekali.
  • Five kernel: isinya 5 macam kacang-kacangan dan biji-bijian yang dicincang kasar, dan direkatkan satu sama lain dalam mooncake dengan maltose syrup.

Jenis-jenis Kulit Mooncake

  • Chewy: inilah yang sekarang paling populer di mana-mana dan banyak dijumpai di seluruh dunia. Seperti nampak dalam foto-foto di atas, seperti inilah kulit mooncake yang disebut dengan chewy ini, yang paling banyak disukai dan sudah menembus lintas batas benua. Terbuat dari bahan-bahan sirup gula kental, lye water, tepung dan minyak.
  • Flaky: jenis yang ini lebih dikenal dengan nama Suzhou-style mooncake. Adonan kulitnya dibuat dengan menggulung adonan yang terdiri dari minyak dan tepung. Rasa dan tekstur hampir sama dengan model pastry barat atau puff pastry.
  • Tender: di beberapa provinsi di China dan beberapa tempat di Taiwan, jenis ini banyak juga.

Mooncake Styles

o    Cantonese-style mooncake: ini yang paling mendunia, berasal dari provinsi Guangdong, dan di tempat asalnya terdapat lebih dari 200 variasi.

o    Suzhou-style mooncake: bermula dari ribuan tahun lalu, campuran yang royal dari lemak binatang dan gula serta tepung. Model yang ini banyak juga terdapat di Indonesia.

o    Beijing-sytle mooncake: ada 2 variasi, yang satu disebut dengan di qiang, yang lebih mirip dengan Suzhou style. Dan satu lagi disebut dengan fan mao, di mana rasanya cenderung lebih flaky.

o    Chaoshan (Tiociu)-style mooncake: ini juga flaky tapi lebih memiliki diameter yang lebih besar daripada Cantonese-style, tapi lebih tipis. Aroma lemak yang digunakan akan lebih kuat untuk style ini.

o    Ningbo-style mooncake: lebih khusus di provinsi Zhejiang, rasa lebih cenderung ke asin dan spicy.

o    Yunnan-style mooncake: cenderung lebih manis.

Mooncake modern sekarang lebih banyak lagi variasinya, ada yang dari agar-agar, ada yang dari ketan/glutinous rice, ada yang isinya keju, chicken floss (abon ayam), tiramisu, bahkan ice cream, coffee, dsb, dsb.

Resep Mooncakes

Classic Moon Cake

Bahan Kulit:
250 gr terigu
130 ml sirup
60 ml minyak kacang
1 sdt air abu

Bahan Sirup :
1 kg gula pasir
750 ml air
1 buah jeruk lemon, ambil airnya
Bahan Isi :
500 gr biji teratai, rebus dengan air secukupnya kemudian blender
sampai halus
1 sdm air abu
350 gr gula pasir
2 sdm sirup
400 ml minyak kacang
50 gr kenari
12 kuning telur asin

Cara membuat :

1. Sirup: Campur semua bahan, masak sampai kental, dinginkan.
2. Kulit: Campur terigu dengan sirup, minyak, air abu, uleni sampai tidak lengket ditangan. Tutup dengan serbet basah. Istirahatkan 3 jam.
3. Isi: Panaskan minyak kacang dengan sedikit gula pasir, masak jadi karamel, masukkan pasta biji teratai, air abu, sisa gula pasir, sirup, aduk rata. Tuang minyak kacang sedikit-sedikit hingga tercampur rata dan bisa dibentuk, angkat dan dinginkan.
4. Masukkan kenari, aduk, bulatkan adonan isi, beri bagian tengah dengan kuning telur asin dan bulatkan kembali, ambil adonan kulit, pipihkan, beri isi, bulatkan masukkan kedalam cetakan yang ditaburi terigu, keluarkan.
5. Panggang kurleb 15menit.

Bahan olesan:

2 telur campur dengan 1sdm air, kocok.

Berbagai Macam Mooncakes dengan Variasi Isi:

Adonan Dasar Kulit Moon Cake /Kue Bulan
Sumber: Sedap Sekejap

BAHAN A:
100 gram gula palem
50 ml air
50 gram madu

BAHAN B:
100 gram tepung terigu
85 gram minyak kacang tanah

BAHAN C:
175 gram tepung terigu diayak bersama 1 sdt baking powder

CARA MEMBUAT :
1. Rebus gula palem, air, dan madu sampai mendidih.
2. anas-panas masukkan tepung terigu. Uleni sampai tercampur lalu diamkan 30 menit.
3. Tambahkan tepung terigu yang terdapat dalam bahan C. Uleni sampai lemas. Tuangkan minyak tanah kacang tanah lalu uleni sampai rata. Adonan siap dibentuk dan diisi.

Read Full Post »

Versi Raja Ho Le

Raja Ho Le adalah seorang raja yang tamak dan senang memperkaya diri
sendiri. Rakyatnya sangat menderita, apalagi saat sang raja
memerintahkan tabib istana agar membuatkan dia obat untuk memperpanjang
umur. Ratu Jango sang permaisuri tidak setuju dengan permintaan sang
suami, maka dicurilah ramuan obat tersebut kemudian diminumnya. Beberapa
saat setelah meminum ramuan tersebut, ratu Jango menghilang dan muncul
dalam mimpi seorang suhu. Lewat mimpi tersebut sang ratu mengatakan
bahwa dirinya sekarang telah bersemayam di bulan dan menyebut dirinya
Dewi Bulan. Sejak saat itu setiap tahun menurut kalendar Cina,
masyarakat Cina selalu memperingati perjuangan ratu Jango dalam
menyelamatkan masyarakat dari ketamakan Raja Ho Le.

Versi perjuangan prajurit Cina

Kue bulan bermula ketika cina dibawah penjajahan Mongolia. Pada akhir
rejim mereka, pemerintahan sangatlah buruk. Raja hidup berhura-hura,
padahal rakyat mereka penuh penderitaan. Saat keadaan ekonomi negara
kacau, ada beberapa aktivis menyerukan revolusi. Sebuah revolusi
direncanakan. Namum, karena pengawasan yang ketat dari pemerintahan
mongolia, pesan dan surat dari para pemberontak tidak mungkin
disebarkan. Akhirnya seorang aktivis bernama Chu Yuen-chang, dan deputi
seniornya, Liu Po-wen memperkenalkan sejenis makanan yang disebut “kue
bulan”. Ia mengatakan dengan memakan kue bulan saat festival terang
bulan (Chung Chiu festival) akan menjaga mereka dari penyakit dan segera
terbebas dari krisis. Liu berpakaian sebagai pendeta Tao membawa dan
membagikan kue bulan penduduk-penduduk kota.
Saat Chung Chiu festival tiba, rakyat membuka kue bulan dan mereka
menemukan secarik kertas dalam kue, “habisi orang-orang tartar tanggal
15 pada bulan ke delapan”. Sebagai hasilnya semua rakyat bangkit
berevolusi melawan pemerintahan Mongolia dan mereka berhasil !!!. Sejak
saat itu kue bulan menjadi salah satu makanan tradisional saat terang bulan.

Versi Hou Yi dan Chang Oh


Jaman dahulu kala, dilangit terdapat 10 matahari menghangatkan langit.
Selama musim panas, Kesepuluh matahari bersinar sangat terik, yang
mengakibatkan kekeringan dimana-mana. Pohon-pohon pada mati. Kehidupan
menjadi sangat sulit untuk kaisar dan rakyatnya

Sang Kaisar kemudian memanggil pemanah terkenal yang dapat memanah
sangat jauh dengan ketepatan tinggi. Kaisar memerintahkan Hou Yi untuk
memanah sembilan dari sepuluh matahari dari langit. Dengan menggunakan
kesembilan panah saktinya, pemanah ini berhasil memanah kesembilan
matahari dan musim panas menjadi normal kembali. Rakyat menjadi
sejahtera kembali.

Kaisar menghadiahkan Hou Yi dengan uang dan perhiasan yang banyak. Hou
Yi menggambil uang tersebut untuk menikahi wanita yang sangat ia cintai
Chang Oh. Pernikahan ini sangat meriah dan keluarga dari Hou Yi dan
Chang Oh sangat bahagia. Kemudian Kaisar memanggil kembali Hou Yi untuk
membangun sebuah istana baru. Hou Yi bukan saja seorang pemanah
terhebat, ia juga arsitek terbaik kaisar. Istana yang paling indah dan
besar dibangun, didekorasi penuh emas permata dan diisi dengan sutra dan
kerajinan tangan yang sangat indah.

Kaisar sangat kagum dengan Kehebatan Hou Yi. Kali ini, Kaisar memilih
untuk tidak menghadiahkan Hou Yi emas permata, melainkan ia
menghadiahkan Hou Yi botol kecil yang berisi elixir keabadian. Kaisar
memperingatkan Hou Yi agar berhati-hati untuk tidak meminum keseluruhan
isi botol, melainkan dibagi bersama istrinya Chang Oh.

Hou Yi berlari segera kerumah untuk membagi hadiahnya bersama Chang Oh.
Chang Oh begitu gembira, dan langsung meminum keseluruh isi elixir
keabadian. Setelah menelan elixir tersebut, kepalanya berputar dengan
cepat dan iapun terjatuh. Tiba-tiba badannya menjadi sangat ringan dan
ia mulai melayang kelangit! iapun menjadi sangat frustasi dan
berpeganggan terhadap apa saja yang ia dapat raih, kursi, tumbuhan,
bahkan suaminya yang dapat mencegahnya melayang. Terakhir ia memegang
kandang kelinci yang berisi kelinci putihnya. Hou Yi berteriak dengan
putus asa melihat istrinya yang cantik Chang Oh melayang kebulan.

Chang Oh terjebak dibulan untuk hidup selamanya tanpa suaminya, ia hanya
ditemani kelinci putihnya. Hanya satu keajaiban muncul yaitu jembatan
bulan muncul malam hari, setahun sekali, saat bulan kedelapan lunar
kalender, yaitu sekitar bulan September dan Oktober. Jembatan itu
menghubungkan Bulan dan Bumi. Selama malam itu Chang Oh dan Hou Yi
kembali bersama untuk waktu yang singkat akan kebahagiaan. (This history
is came from Colette Chooey)

Sebagai lambang kerja keras

Biasanya dirayakan oleh keluarga petani pada pertengahan musim gugur.
Selain sebagai perayaan yang melambangkan hasil akhir dari kerja keras
selama setahun di ladang, perayaan ini juga bertepatan dengan hari ulang
tahun Dewa Bumi. Para keluarga petani menunjukkan rasa terima kasih
mereka pada Dewa Bumi dan Tuhan yang dilambangkan dengan bulan.

Tradisi

Tradisi ini dalam aktualisasi kegiatan selalu dilengkapi atribut seni budaya Tionghoa terutama hiasan “lampion”. Memang atribut yang paling menonjol dalam penyambutan bulan purnama adalah Lampion karena disaat malam lampion-lampion dinyalakan lampu akan tampak menawan dan mempunyai suatu keindahan tersendiri. Kini lampion ini telah berkembang hingga dalam berbagai bentuk dan ukuran raksasa memberikan tontonan keindahan tersendiri.
Soal lampion dalam penyambutan bulan purnama bahkan pernah tercatat dalam Musium Rekor Indonesia (MURI) atas pemasangan lampion terbanyak tahun 2002 sebanyak 4500 di Sanggar Agung pantai ria kenjeran Surabaya Jawa Timur, namun demikian rekor tersebut telah dipecahkan oleh Batam tahun ini dalam nuansa yang berbeda ketika menyambut malam Cap Go Me Imlek 2537/masehi 12 Februari 2006 lalu, yang tercatat dalam Musium Rekor Indonesia atas pemasangan lampion terbanyak di Indonesia sebanyak 5077 atas prakarsai Even Organizer Lialogue pimpinan Mellita bersama Harsono Ketua Pitun Batam.
Nuansa ini juga selalu diikuti pertunjukan seni budaya di lokasi yang lapang dan menawan seperti telaga, danau, pantai. Lokasi semacam ini dimasa lampau masih memungkinkan, namun di era modernisasi dengan pembangunan yang pesat konsekuensinya lokasi yang baik dan strategis nyaris tidak memungkinkan lagi. Yang memungkinkan adanya panggung pentas seni dan masih terpelihara oleh sebagian rumah ibadah klenteng dewasa ini dalam kegiatan malam hiburan rakyat atas swadaya masyarakat.
Orang Tionghoa zaman dahulu jarang berpergian terlebih kaum hawa, pada perayaan malam purnama ini dimanfaatkan oleh para muda-mudi untuk meniknamati hiburan rakyat dan sekaligus memungkinkan saling tatap muka/berkenalan yang dimanfaatkan saling mencari persahabatan bahkan ada yang hingga menuju kursi plaminan/pernikahan.
Adakalanya bangsawan tertentu yang mempersuntingkan putrinya dengan melemparkan anyaman bola kain kepada pemuda yang memenuhi kriteria jika mendapatkan bola akan diambil sebagai menantu. Hal unik ini di era kini sudah tidak memungkinkan lagi karena adanya interaksi sosial yang efektif.
Di era kini soal perjodohan masih diperlukan sehingga biro jodohpun sudah banjir dan juga dengan pengaturan semakin baik dan banyak terutama melalui media cetak maupun elekronik, kesempatan ini masyarakat banyak juga yang memanfaatkan

diambil dari beberapa sumber

Read Full Post »