Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘makanan tradisional’

Menurut adat istiadat menyantap hidangan onde-onde pada hari Cap Goh Meh mengartikan reuni keluarga.

Onde dibuat dari tepung ketan dan tepung beras, dan isinya terbuat dari daging, bunga mawar dan Kuihua yang dimasak dengan minyak babi, kacang merah dan bijan. Rasanya manis sedikit asin amat serasi dan sangat cocok dengan selera penduduk setempat dan daerah sekitarnya. Sekarang, penghidupan rakyat Tiongkok semakin baik dari hari ke hari, sehingga jarang ada orang yang membuat sendiri onde-onde, kebanyak membelinya dari toko, dan mereka pada umumnya sangat mementingkan mutu dan merek dari onde-onde yang akan dihidangkan pada hari Cap Goh Meh.

Onde-onde berkembang sampai sekarang menjadi lebih beraneka ragam , dan bercitra-rasa macam-macam sesuai dengan di daerahnya masing-masing. Di berbagai tempat Tiongkok terdapat tidak sedikit onde-onde yang terkenal , berikut kami perkenalkan beberapa di antaranya, pertama onde-onde Chengdu yang disebut Lai Tang Yuan.

Tanggal 5 bulan Lima Imlek adalah Hari Raya Peh Cun. Dari tayangan televisi dapat diketahui bahwa di banyak tempat di Tiongkok diadakan lomba perahu naga untuk merayakan hari raya Peh Cun. Selain kegiatan itu, sudah pasti tidak ketinggalan tradisi untuk menyantap bacang pada hari itu, baik yang dibuat sendiri maupun yang dibeli dari toko, karena menjelang hari Peh Cun di pasar maupun toko tersedia melimpah berbagai macam bacang.

Bacang banyak jenis ragamnya dan cita rasanya pun berbeda. Tapi menurut bahannya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu bacang dari beras murni, dan bacang berisi. Bacang berisi bisa manis atau asin isinya, yang manis biasanya berisi kurma atau kacang merah. Sedang yang asin umumnya berisi daging atau ham.

Menurut cita rasanya terbagi pula bacang utara dan bacang selatan. Bacang utara dengan bacang Beijing sebagai wakilnya, kebanyakan terbuat dari beras ketan, dan umumnya berisi kurma atau kacang merah. Sedang bacang selatan terbagi 2 jenis, yaitu bacang Jiangsu dan bacang Guangdong. Bacang Jiangsu terbuat dari beras, dan terkenal dengan bacang asin berisi daging. Sedang bacang Guangdong isinya macam-macam dan sangat lezat rasanya. Masyarakat Tionghoa di Indonesia umumnya juga merayakan hari Peh Cun, dan mereka sangat memperhatikan isi bacang, biasanya isi bacang terbuat dari daging cincang ditambah hioku atau jamur wangi dan berambang daun, sehingga rasanya wangi dan gurih , tapi tidak berlemak. Bacang daging isinya macam-macam, daging babi, daging sapi, daging ayam, daging yang sudah diasin atau diasap, daging casiu , ham , sosis, jamur, daging udang dan ikan. Yang lebih menarik bacang itu terbuat dari beras, jadi tidak seperti ketan yang agak sulit dicerna. Apa lagi dibungkus dengan daun bambu segar , tambah harum menggiurkan ! Bacang seperti itu tidak berlemak , sehingga tidak membosankan. Pada hari raya Peh Cun, bacang sering menjadi hidangan untuk sarapan pagi, makan siang dan makan malam.

Festival Pertengahan Musim Rontok dikenal juga sebagai Festival Rembulan, atau Hari Tongciu yang jatuh pada tanggal 15 bulan delapan penanggalan Imlek. Di Tiongkok, festival ini dirayakan dengan reuni keluarga dan kegiatan lainnya, namun acara yang tak dapat kurang adalah makan kue rembulan atau tongciupia.

Kue rembulan merupakan makanan tradisional pada Festival Rembulan baik di Tiongkok maupun di kalangan masyarakat Tionghoa di luar negeri. Kue rembulan enak rasanya dan banyak mengandung gizi maka digemari banyak orang.

Advertisements

Read Full Post »

Sebentar lagi kita akan memperingati tahun baru China. Gong Xi Fat Cai !!!

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba membahas tentang asal usul mooncake atau kue bulan yg biasanya menjadi makanan tradisional saat tahun baru China. Well…memang rasanya ga lengkap tahun baru China tanpa MOONCAKE !!!

Well, ini sedikit info tentang mooncake sekaligus cara membuatnya yg saya ambil dari berbagai sumber, selamat menikmati

Bulat keemasan, sering kali berisi kuning telur asin, bisa juga cokelat atau bahan bercita rasa manis lainnya.Kue ini menjadi tradisi khas masyarakat China.

Dongeng populer China berkisah, pada masa pemerintahan Kaisar Yao (2000 SM), terdapat seorang pemanah ulung bernama Hou Yi. Kala itu, bumi dikitari 10 matahari yang bergantian menyinari bumi. Namun, suatu hari, kesepuluh matahari muncul bersamaan sehingga bumi pun panas tak terkira.

Sang kaisar memerintahkan Hou Yi memanah sembilan matahari hingga tersisa satu matahari saja. Singkat cerita, atas keberhasilannya, Hou Yi pun diberi ganjaran pil keabadian.

Pada suatu hari, seorang penjahat bernama Feng Meng menyelinap ke kediaman Hou Yi dan bermaksud mencuri pil keabadian. Agar tidak jatuh ke tangan yang salah, Chang Er (istri Hou Yi) menelan pil itu. Tiba-tiba, Chang Er mendapati dirinya terbang ke langit menuju bulan.

Untuk menghargai pengorbanan Chang Er dan menyerukan perdamaian di muka bumi serta sebagai ungkapan rasa syukur, masyarakat China mewujudkannya melalui kue yang manis dan buah-buahan. Tradisi ini lalu berkembang menjadi Festival Kue Bulan (mooncake), yang diperingati setiap hari ke-15 bulan kedelapan kalender China.

Konon, hingga kini dipercaya bahwa selama pertengahan musim gugur, saat bulan bulat penuh dan bersinar benderang, tampak siluet bayangan Chang Er, yang kemudian dikenal sebagai Dewi Bulan.

Itulah sekelumit kisah si kue bulan, yang merupakan salah satu versi dari sekian banyak versi asal-usul kue manis bundar berukir tulisan China itu.

Mooncake lazim dibuat untuk memeriahkan pesta atau sekadar berkumpul bersama keluarga sambil meneguk teh China yang pahit. Mooncake juga kerap dihadirkan dalam perayaan rutin tahunan sebagai penanda akhir musim panen.

Fillings

Secara tradisional mooncake isinya bisa dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Lotus seed paste (lian rong): yang dianggap paling mewah, paling berharga dan paling lezat. Di beberapa tempat, karena tingginya harga lotus seed paste yang jarang terdapat, maka kadang juga digunakan white kidney bean sebagai bahan tambahan pengisi.
  • Sweet bean paste (dou sha, sering dilafalkan tau sa di Indonesia), paling banyak terbuat dari azuki beans, sehingga dikenal dengan nama red bean paste. Tapi di beberapa tempat lain terbuat dari Mung bean atau black bean. Ini juga banyak terdapat di Indonesia, yang dibilang isi “tau sa” biasanya berwarna hitam.
  • Jujube paste: berbentuk pasta yang manis, terbuat dari buah yang masak dari tumbuhan jujube. Warna dari pasta ini biasanya merah gelap, sedikit asam, ada aksen rasa seperti diasap. Kadang bisa dibingungkan antara jujube paste dan red bean paste. Isi jujube paste ini hampir-hampir tidak pernah dijumpai di Indonesia, karena tidak populer sama sekali.
  • Five kernel: isinya 5 macam kacang-kacangan dan biji-bijian yang dicincang kasar, dan direkatkan satu sama lain dalam mooncake dengan maltose syrup.

Jenis-jenis Kulit Mooncake

  • Chewy: inilah yang sekarang paling populer di mana-mana dan banyak dijumpai di seluruh dunia. Seperti nampak dalam foto-foto di atas, seperti inilah kulit mooncake yang disebut dengan chewy ini, yang paling banyak disukai dan sudah menembus lintas batas benua. Terbuat dari bahan-bahan sirup gula kental, lye water, tepung dan minyak.
  • Flaky: jenis yang ini lebih dikenal dengan nama Suzhou-style mooncake. Adonan kulitnya dibuat dengan menggulung adonan yang terdiri dari minyak dan tepung. Rasa dan tekstur hampir sama dengan model pastry barat atau puff pastry.
  • Tender: di beberapa provinsi di China dan beberapa tempat di Taiwan, jenis ini banyak juga.

Mooncake Styles

o    Cantonese-style mooncake: ini yang paling mendunia, berasal dari provinsi Guangdong, dan di tempat asalnya terdapat lebih dari 200 variasi.

o    Suzhou-style mooncake: bermula dari ribuan tahun lalu, campuran yang royal dari lemak binatang dan gula serta tepung. Model yang ini banyak juga terdapat di Indonesia.

o    Beijing-sytle mooncake: ada 2 variasi, yang satu disebut dengan di qiang, yang lebih mirip dengan Suzhou style. Dan satu lagi disebut dengan fan mao, di mana rasanya cenderung lebih flaky.

o    Chaoshan (Tiociu)-style mooncake: ini juga flaky tapi lebih memiliki diameter yang lebih besar daripada Cantonese-style, tapi lebih tipis. Aroma lemak yang digunakan akan lebih kuat untuk style ini.

o    Ningbo-style mooncake: lebih khusus di provinsi Zhejiang, rasa lebih cenderung ke asin dan spicy.

o    Yunnan-style mooncake: cenderung lebih manis.

Mooncake modern sekarang lebih banyak lagi variasinya, ada yang dari agar-agar, ada yang dari ketan/glutinous rice, ada yang isinya keju, chicken floss (abon ayam), tiramisu, bahkan ice cream, coffee, dsb, dsb.

Resep Mooncakes

Classic Moon Cake

Bahan Kulit:
250 gr terigu
130 ml sirup
60 ml minyak kacang
1 sdt air abu

Bahan Sirup :
1 kg gula pasir
750 ml air
1 buah jeruk lemon, ambil airnya
Bahan Isi :
500 gr biji teratai, rebus dengan air secukupnya kemudian blender
sampai halus
1 sdm air abu
350 gr gula pasir
2 sdm sirup
400 ml minyak kacang
50 gr kenari
12 kuning telur asin

Cara membuat :

1. Sirup: Campur semua bahan, masak sampai kental, dinginkan.
2. Kulit: Campur terigu dengan sirup, minyak, air abu, uleni sampai tidak lengket ditangan. Tutup dengan serbet basah. Istirahatkan 3 jam.
3. Isi: Panaskan minyak kacang dengan sedikit gula pasir, masak jadi karamel, masukkan pasta biji teratai, air abu, sisa gula pasir, sirup, aduk rata. Tuang minyak kacang sedikit-sedikit hingga tercampur rata dan bisa dibentuk, angkat dan dinginkan.
4. Masukkan kenari, aduk, bulatkan adonan isi, beri bagian tengah dengan kuning telur asin dan bulatkan kembali, ambil adonan kulit, pipihkan, beri isi, bulatkan masukkan kedalam cetakan yang ditaburi terigu, keluarkan.
5. Panggang kurleb 15menit.

Bahan olesan:

2 telur campur dengan 1sdm air, kocok.

Berbagai Macam Mooncakes dengan Variasi Isi:

Adonan Dasar Kulit Moon Cake /Kue Bulan
Sumber: Sedap Sekejap

BAHAN A:
100 gram gula palem
50 ml air
50 gram madu

BAHAN B:
100 gram tepung terigu
85 gram minyak kacang tanah

BAHAN C:
175 gram tepung terigu diayak bersama 1 sdt baking powder

CARA MEMBUAT :
1. Rebus gula palem, air, dan madu sampai mendidih.
2. anas-panas masukkan tepung terigu. Uleni sampai tercampur lalu diamkan 30 menit.
3. Tambahkan tepung terigu yang terdapat dalam bahan C. Uleni sampai lemas. Tuangkan minyak tanah kacang tanah lalu uleni sampai rata. Adonan siap dibentuk dan diisi.

Read Full Post »

Dari seluruh bangsa di dunia, Cina memiliki paling banyak ragam makanan khas negerinya. Bagi mereka, memasak tidak hanya sekedar membuat makanan, melainkan sebuah seni; mulai dari berbagai macam teknik pengolahan hingga cara penyajiannya. Tidak hanya itu, masing-masing juga memiliki sejarah dan legendanya sendiri. Menarik, bukan? Yuk, kita lihat beberapa di antaranya yang juga mudah ditemukan di Indonesia.

Dim Sum

Makanan khas satu ini dapat ditemui hampir di seluruh restauran yang menyajikan Chinese food. Dim sum biasa disajikan sebagai sarapan dan makanan pendamping dalam acara minum teh (yum cha). Dim sum ini dihidangkan dalam porsi mungil di keranjang atau piring kecil. Ada sejarahnya, loh, kenapa dim sum hadir dalam porsi mungil.

Pada masa lalu, orang-orang yang melakukan perjalanan di jalur sutra kerap mampir beristirahat di kedai teh yang terdapat hampir di sepanjang jalan. Mulanya, sajian teh tersebut disertai oleh makanan berat. Namun orang-orang mulai berpikir bahwa paduan teh dan makanan berat tidaklah pantas karena akan membuat berat badan naik berlebihan. Akhirnya para pemilik kedai teh menggantinya dengan berbagai makanan ringan dalam porsi kecil. Sejak itulah tradisi dim sum mulai meluas.

Moon Cake

Moon cake atau kue bulan adalah makanan wajib pada Festival Musim Gugur, dan dimaksudkan untuk sajian persembahan sebagai penghormatan pada leluhur di masa panen. Sejarah mencatat bahwa kue bulan muncul pada zaman Dinasti Song (960 -1279).

Awalnya kue bulan berbentuk bulat berisi pasta yang terbuat dari biji bunga teratai dan  rasanya sangat manis. Namun seiring perkembangan zaman, muncul berbagai variasi bentuk dan isi kue bulan. Fungsinya pun berkembang tidak hanya sebagai makanan wajib pada Festival Musim Gugur, tapi juga sebagai hadiah dan jajanan.

Zongzi

Zongzi atau biasa disebut Ba Tzang adalah makanan tradisional Tiongkok yang terbuat dari beras ketan dan dibungkus dengan daun bambu. Zongzi biasa disajikan pada tradisi perayaan Duanwu atau Festival Perahu Naga yang jatuh pada bulan ke lima Imlek untuk memperingati wafatnya Qu Yuan, seorang penyair dari zaman kerajaan Chu.

Menurut legenda, Qu Yuan gagal memperingati kaisar dan para pejabat istana untuk menghentikan perang saudara yang sedang terjadi kala itu. Qu Yuan lalu membuat puisi yang berisikan kesedihan dan kekhawatirannya terhadap peperangan di tanah air mereka. Setelah puisi itu selesai, ia melompat ke sungai Miluo. Orang-orang mencoba menyelamatkannya dengan melempari bungkusan-bungkusan nasi dengan maksud memberi makan para ikan agar mereka tidak memangsa Qu Yuan. Nah, bungkusan-bungkusan nasi itulah yang kemudian dikenal dengan nama Zongzi atau Ba Tzang.

Pada awalnya, kegiatan membuat zongzi adalah kegiatan yang diikuti seluruh keluarga dengan resep yang diajarkan turun temurun. Bahkan seni membungkus zongzi dengan benar juga merupakan hal yang diajarkan turun temurun dalam keluarga, loh. Sayangnya sekarang hal tersebut sudah semakin jarang dilakukan.

Marry Girl Cake

Walau namanya menggunakan Bahasa Inggris, Marry Girl Cake ini adalah makanan tradisional Cina. Marry Girl Cake biasa dihidangkan pada saat upacara pernikahan tradisional Cina.  Zaman yang semakin maju dan modern membuat kue yang dasarnya selembut sponge cake ini kini hanya dikenal sebagai kue khas Cina saja dan nyaris kehilangan fungsi awalnya sebagai sajian formal pernikahan.

Sweetheart Cake

Kue tradisional Cina yang terbuat dari pasta almond dan buah melon ini memiliki nama lain, yaitu Wife Cake. Nama tersebut diberikan berdasarkan legenda yang menyertai kue ini.

Menurut legenda, pada masa lalu hiduplah sepasang suami istri yang sangat miskin, namun mereka saling mencintai. Suatu hari ayah sang suami terkena sakit keras. Beliau tidak juga sembuh walaupun pasangan tersebut telah menghabiskan seluruh uang mereka untuk biaya pengobatannya. Diam-diam, sang istri bekerja sebagai budak demi mendapatkan uang untuk melanjutkan pengobatan. Saat sang suami mengetahui apa yang dilakukan istrinya demi keluarga mereka, ia berusaha membalas ketulusan sang istri dengan cara membuatkan kue berisi melon dengan lapisan yang renyah. Ternyata kue tersebut menjadi sangat terkenal hingga orang-orang ingin membelinya. Akhirnya mereka mendapatkan banyak uang sehingga sang istri pun tidak perlu lagi bekerja sebagai budak.

Sekarang ini banyak koki profesional yang mencoba memodernkan kue ini dengan varian dan rasa yang lebih enak.

Nah, seru bukan mengetahui sejarah dibalik penganan yang kita makan? Selamat menikmati! (Ayu Prameswary)

Read Full Post »