Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘persiapan imlek’

Didi Syafirdi – detikNews

Jakarta – Menyambut Hari Raya Tahun Baru Cina atau Imlek barongsai sepanjang 100 meter disiapkan. Barongsai raksaksa ini akan diarak oleh 300 orang siswa dari Trinity International School menuju Central Park, Jakarta Barat.

“Barongsai dibawa besok pukul 15.00 WIB dari depan sekolah menuju Central Park,” ujar Pemilik Yayasan Trinity International School, Paulina Hartana, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (11/2/2010).

Ide awal menciptakan barongsai dari 7.668 botol air mineral dengan tinggi 3,68 meter itu, diakui oleh Paulina, karena dirinya sering melihat murid-murid di Trinity yang membawa minum. Namun, setelah habis botolnya langsung dibuang begitu saja.

“Dari situ terlintas untuk mendaur ulang botol-botol ini,” ungkapnya.

Pembuatan Barongsai ini juga tidak memakan waktu lama hanya satu minggu, dibantu oleh 15 orang kru. Paulina sengaja memilih membuat barongasi karena beberapa hari lagi Imlek.

“Karena mau Imlek makanya terfikir membuat barongasi,” ungkapnya.

Barongsai ini menurut Paulina, merupakan yang terpanjang di Indonesia. Umumnya barongsai pada hari Imlek hanya 3-4 meter. “Barongasi ini masuk dalam rekor MURI, sebagai barongasai terpanjang” tandasnya.

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/02/11/201237/1297956/10/sambut-imlek-barongsai-sepanjang-100-meter-disiapkan

Read Full Post »

Jakarta memiliki seratus lebih kelenteng. Salah satunya kelenteng tua Jin De Yuan di kawasan Pecinan Lama, Glodok, Jakarta Barat. Kelenteng ini dibangun tahun 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa bernama Kwee Hoen dan menamakannya Koan lm Teng atau berarti Paviliun Koan lm.

Tahun 1755, kelenteng ini dipugar Kapitein Oei Tjhie dan diberi nama Kim Tek Ie atau Kelenteng Kebajikan Emas. Kim Tek Ie berdiri di atas tanah seluas 3000 meter persegi. Termasuk bara besar atau Tay Bio karena memliki beberapa bangunan. Kini kelenteng yang masih berdiri kokoh ini, bernama Wihara Dharma Bhakti, namun orang lebih sering menyebutnya Petak Sembilan.

Kelenteng Petak Sembilan dikelilingi tembok. Pintu utamanya berada di selatan yang berupa gapura naga merah. Sebelah kiri gerbang ada tiga bangunan kelenteng yang berderet. Di halaman kedua terdapat kelenteng utama menghadap ke selatan berikut dua singa (Bao Gu Shi) yang konon berasal dari Provinsi Kwangtung, Tiongkok Selatan.

Gedung utama Petak Sembilan didominasi warna merah. Atap bangunannya melengkung ke atas, berhias sepasang naga. Di dalam ruangannya terdapat puluhan film berukuran besar, setinggi badan orang dewasa dan ratusan lilin-lilin kecil yang menyala. Bau asap dupa bertebaran menebarkan aroma khas hingga ke luar ruangan. Di bagian samping kiri gedung utama terdapat bekas kamar-kamar para rahib. Sedangkan di pojok kanan halaman belakang terdapat sebuah lonceng buatan tahun 1825 yang merapakan lonceng tertua dari semua kelenteng di Jakarta.

Menjelang perayaan Imlek, biasanya para petugas di kelenteng ini sibuk membersikan dan mengecat ulang pagar besi dengan cat berwarna merah. Kelenteng ini tak pernah sepi pengunjung, terutama masyarakat Tionghoa yang ingin bersembahyang. Banyak pula para peziarah dan wisatawan yang datang sambil melihat aktivitas ritual pengunjungnya. Keindahan dan kekhasan kelenteng ini, juga kerap dijadikan obyek pemotretan para penggemar fotograpi dan juga lokasi syuting video musik.

Pernak-pernik Khas

Selain kelenteng, kemeriahan menjelang imlek sangat terasa kalau kita berada di Pasar Petak Sembilan di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Terlebih 10 hari menjelang Imlek Banyak warga keturunan Tionghoa dari berbagai pelosok Jakarta datang ke pasar ini untuk membeli perlengkapan khas dalam merayakan datangnya Tahun Baru Cina.

Menjelang Imlek, sejumlah penganan dan pernak-pernik khas imlek laku keras. Kue keranjang berupa dodol khas China yang dibungkus daun atau plastik, banyak diburu pembeli. Apalagi penjualnya mengemas kue keranjang dengan kardus-kardsus cantik berwarna merah. Kue keranjang banyak diburu pembeli karena selain untuk dimakan sendiri dan diantar ke sanak keluarga juga untuk sembahyang.

Aneka manisan kering seperti kana, buah plum dan kulit jeruk yang dimaniskan juga banyak dijual di pasar ini. Ada yang belum dikemas ada juga yang sudah dalam kemasan kardus yang disekat. Makanan yang berasa manis seperti manisan dan permen memang juga dicari pembeli. Masyarakat Tionghoa menganggapnya sebagai perlambang hidup yang manis. Oleh karena itu kedua camilan ringan itu kerap disuguhkan saat merayakan Imlek agar tahun baru membawa kemanisan.

Buah-buahan khas imlek juga menjadi incaran pembeli, seperti jeruk, leci dan buah plum. Aneka jeruk terutama jeruk mandarin, Io dan juga jeruk Bali banyak diborong pembeli. Jeruk dianggap warga Tionghoa sebagai buah yang melambangkan persaudaraan dan kerukunan.

Berada di Pasar Petak Sembilan terlebih menjelang imlek, di antara kerumunan penjual dan pembeli, jelas memberikan nuansa tersendiri. Pasar ini menghadirkan atmosfir yang berbeda dibanding pasar tradisional lain. Deretan lampion dan pernak-pernik khas imlek lain yang berwarna merah yang dijajakan pedagang di sisi kiri kanan jalan, seakan membawa kita berada di salah satu sudut keramaian di negeri China.

Sumber: Majalah Travel Club

Read Full Post »

Tradisi Persiapan Untuk Hari Raya Imlek

  • Membersihkan tempat usaha serta tempat tinggal seminggu sebelum hari imlek tiba. Tradisi ini menandakan menghilangkan semua yang lama dan menyambut sesuatu yang baru. Tradisi yang ada percaya bahwa pada hari imlek, sebaiknya tidak melakukan bersih-bersih karena dapat menghilangkan rejeki baru yang datang.
  • Rumah dihias dengan bunga-bunga segar dan pohon kecil yang menandakan keberuntungan.
  • Menggantungkan hiasan-hiasan kertas yang bertuliskan puisi-puisi keberuntungan di dinding. Umumnya hiasan tulisan tersebut digantungkan berpasangan menggunakan kertas berwarna merah. Ini melambangkan harapan yang baik untuk kebahagiaan, kesehatan dan lainnya.
  • Menyediakan sepiring jeruk di tengah meja yang menandakan keberuntungan. Biasanya jeruk disusun berbentuk pyramid. Selain jeruk, juga bisa digunakan apel merah yang memiliki arti yang sama.
  • Membeli baju baru dan menggunting rambut. Ini dipercaya akan membawa keberuntungan untuk satu tahun ke depan.
  • Membayar lunas seluruh hutang yang ada.

Malam Menjelang Hari Raya Imlek

  • Semua keluarga berkumpul bersama menikmati makan malam besar bersama dengan menu dan makanan yang spesial.
  • Anak-anak dibiarkan bermain hingga larut malam. Karena dipercaya semakin malam anak bermain, semakin panjang umur bagi orang tuanya.
  • Bermain kembang api untuk mengusir hawa buruk.
  • Menyambut dan mengundang Dewa dapur ke rumah dengan menyalakan kembang api.
  • Memberikan Ang Pao atau amplop merah berisi uang. Ini dipercaya dapat membuat anak-anak tidak cepat menjadi tua.
  • Mengunjungi tempat ibadah untuk berdoa, baik kepada leluhur maupun untuk kedamaian, kebahagiaan serta keberuntungan di tahun baru.
  • Mengirimkan kartu ucapan tahun baru kepada teman-teman dan keluarga.

Di Hari Raya Imlek

  • Membuka seluruh pintu dan jendela.
  • Hati-hati dengan ucapan serta tindakan anda. Ucapkan kata dan berbuat tindakan yang baik. Karena dipercaya, apa saja yang terjadi di hari raya imlek akan menentukan keberuntungan keluarga selama setahun mendatang.
  • Memakai baju baru.
  • Tidak di cuci karena dipercaya keberuntungan dapat tercuci habis.
  • Mengunjungi keluarga dan teman dengan membawa hadiah, berupa tanaman, bunga atau makanan.
  • Berusaha untuk tidak memecahkan sesuatu, karena membawa nasib kurang baik.
  • Menikmati makanan spesial di hari raya imlek. Di hari spesial ini, umumnya masyarakat China menikmati makanan yang disebut 8 jenis nasi berharga. Makanan ini dibuat dari beras ketan yang mewakili permata. Makanan yang disantap di hari imlek ini umumnya memiliki arti-arti khusus.

Tradisi 15 Hari Perayaan Hari Raya Imlek

Hari 1

Hari penyambutan Dewa Langit dan Tanah. Banyak yang berpantang makanan daging di hari ini karena dipercaya dapat menambah umur kebahagiaan.

Hari 2

Hari untuk berdoa kepada Tuhan dan leluhur. Pada hari ini orang-orang sangat baik terhadap anjing dan memberi makanan yang baik kepada anjing, karena dipercaya hari kedua adalah hari ulang tahun-nya anjing.

Hari 3&4

Kedua hari ini adalah hari penghormatan kepada mertua.

Hari 5

Hari ini orang-orang berdiam dirumah untuk menyambut Dewa Kekayaan. Tidak ada yang berkungjung ke rumah saudara ataupun teman karena dipercaya dapat membawa ketidakberuntungan kepada dua belah pihak.

Hari 6

Orang-orang dapat mengungjungi saudara dan teman-teman secara bebas. Mereka juga mengungjungi tempat-tempat ibadah untuk kedamaian.

Hari 7

Hari ara petani menunjukkan hasil panennya. Para petani tersebut membuat minuman dari 7 macam sayuran/tumbuhan untuk merayakan upacara ini. Hari ke 7 juga dipercaya sebagai hari ulang tahun     manusia. Oleh sebab itu orang-orang memakan mie untuk mendapatkan umur panjang.

Hari 8

Orang-orang Fujian mengadakan reuni keluarga lagi dan pada malam harinya melakukan   penghormatan atau berdoa kepada Dewa Langit.

Hari 9

Orang-orang melakukan persembahan kepada Kaisar Giok.

Hari 10-12

Hari dimana saudara dan teman-teman harus diundang untuk makan malam.

Hari 13

Setelah makan makanan yang banyak dan padat pada hari sebelumnya, hari ini orang-orang memakan bubur untuk membersihkan pencernaan tubuh.

Hari 14

Hari untuk persiapan festival Lentera atau Cap Go Meh.

Hari 15

Hari festival Lentera yang meriah.

Tradisi Membersihkan Rumah

Seluruh rumah harus dibersihkan sebelum imlek tiba. Di malam sebelum imlek, semua sapu, sikat, penghisap debu dan alat-alat pembersih lainnya harus disimpan.
Tradisi membersihkan rumah jangan dilakukan pada hari imlek untuk menhindari keberuntungan tersapu pergi. Setelah hari imlek lewat, lantai harus dibersihkan. Sampah yang ada dikumpulkan.

Berdasarkan kepercayaan yang ada, menyapu sampah melewati ambang pintu akan menandakan menyapu salah satu anggota keluarga. Sedangkan menyapu sampah melalui pintu utama akan menandakan membuang keberuntungan keluarga.

Tradisi Perilaku Yang Baik

Semua hutang harus dilunasi sebelum hari imlek tiba dan tidak boleh meminjam di hari tersebut.

Selain itu, hati-hatilah dalam mengunakan kata-kata. Pakailah kata-kata yang baik. Hindari kata-kata atau cerita yang kurang baik. Pembicaraan mengenai masa lalu dihindarkan dengan membicarakan rencana ke depan di tahun yang baru.

Kepercayaan yang ada, bila anda menangis di hari imlek, maka anda akan menangis sepanjang tahun tersebut. Maka bagi anak yang nakan di hari itu didak diberi hukuman.

Tradisi Rapi dan Bersih

Di hari imlek, dipercaya untuk tidak mencuci rambut yang menandakan dapat mencuci semua keberuntungan di tahun baru. Baju berwarna merah sangat disarankan untuk merayakan hari raya imlek karena merah menandakan warna terang, warna ceria, serta keyakinan membawa masa depan yang ceria dan terang.

Segala perilaku dan tindakan selama hari imlek sangan menentukan tindakan kita untuk satu tahun lamanya.

Untuk anak-anak dan kerabat dekat yang belum menikah, akan diberikan Ang Pao yang berisikan sejumlah uang yang menandakan keberuntunga.

Kepercayaan Lainnya…

Kepercayaan lainnya masih banyak lagi berlaku di hari imlek, seperti kepercayaan menemui orang pertama dan mendengar kata pertama akan sangat berpengaruh dengan keberuntungan di tahun tersebut.

Dianggap akan mendatangkan ketidakberuntungan apabila menyapa orang saat masih di kamar tidur. Maka dari itu, walaupun tuan rumah sedang sakit, disarankan untuk berpakaikan dan duduk di ruang tamu.

Semua ini adalah tradisi yang berlaku di hari raya imlek. Namun, masyarakat sudah kurang mempercayai bahkan tidak percaya sama sekali dengan tradisi tersebut sekarang. Karena gaya hidup dan berubah dan asimilasi budaya lainnya, banyak masyarakat yang sudah tidak menjalankan tradisi tersebut. Tetapi masih ada juga yang menjalankan semuanya dan ada juga yang menjalankan beberapa kepercayaan saja. Ada baiknya kita tetap menjalankan tradisi dan kepercayaan ini semampu kita, karena ini adalah sebuah identitas bagi generasi penerus selanjutnya.

Read Full Post »